What we believe

KEMASYHURAN

reputation

“Di era pasar global, masyarakat kecil harus bisa berperan. Terlebih era Pasar Tunggal ASEAN 2015 semakin dekat.”

Baitulmaal sebagai lembaga penggali potensi dana zakat menjadi penting dalam perekonomian Islam. Baitulmaal menjadi organ penting negara dalam menjalankan fungsi-fungsi ekonomi dan sosial jika eksistensinya benar-benar dirasakan oleh umat Islam dan rakyat Indonesia umumnya. Sejarah di masa Rasulullah SAW menunjukan, baitulmaal yang dikelola secara baik mampu berperan meningkatkan perekonomian dan kekuatan masyarakat Islam.

Lantaran terbukti efektif, maka baitulmaal sudah ada pada zaman Rasulullah baru di lembagakan pada masa Khalifah Umar ibn Khattab. Terlebih beliau adalah pedagang ulung sehingga paham betul betapa strategisnya baitulmaal sebagai kekuatan ekonomi umat Islam. Selanjutnya, Baitulmaal yang saat itu dipusatkan di Madinah, dana yang ada didistribusikan ke wilayah lain yang berada dalam wilayah kekuasaan umat Islam sehingga keberadaan baitulmaal dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Karena pada zaman Umar Ibn Khattab, dana yang masuk bukan dari zakat saja tapi dari Kharaj, Jizyah, Khums, Fay’ dan lain-lainnya. Dana ini dimanfaatkan untuk membiayai program-program pembangunan.

Baitulmaal Muamalat terus berjalan mengikuti waktu dan regulasi yang ada. Namun yang pasti, dalam kondisi apapun, Baitulmaal Muamalat akan konsisten dalam menunjang pembangunan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi untuk mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan. BMM pun ingin terus berkontribusi dalam pembangunan serta mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Terlebih di era pasar global, masyarakat kecil harus bisa berperan. Apalagi era Pasar Tunggal ASEAN 2015 sudah sangat dekat.