What we believe

Amanah

“Potensi zakat di Indonesia Rp 17,5 triliun per tahun, tapi yang mampu digali dan disalurkan melalui lembaga pengelola zakat hanya Rp 350 miliar per tahun.”

Dengan populasi penduduk yang mayoritas muslim, Indonesia menjadi negara yang memiliki potensi zakat terbesar di dunia, sampai saat ini. Data Asian Development Bank (2011), potensi zakat di Indonesia sudah mencapai Rp 100 triliun, sedangkan potensi wakaf sebesar Rp 3 triliun.

Berdasarkan perhitungan FOZ (Forum Zakat), potensi zakat di Indonesia sudah mencapai Rp 17,5 triliun per tahun. Hanya saja, dari jumlah tersebut dana yang disalurkan melalui lembaga pengelola zakat hanya Rp 350 miliar per tahun. Diyakini angka ini selalu bertambah dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya kesadaran umat untuk berbagi.

Sejak dikeluarkannya UU No. 38 tentang Pengelolaan Zakat pada 1999, tercatat ratusan lembaga pengelola zakat muncul, baik yang dikelola langsung oleh pemerintah maupun yang independen. Akan tetapi potensi tersebut ternyata tidak berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan di Indonesia. Ini menunjukan, potensi zakat masih belum bisa dikelola secara maksimal untuk menurunkan tingkat kuantitas dan kualitas kemiskinan di Indonesia. Ini terlepas dari polemik soal kevalidan data tentang kemiskinan di Indonesia.

Kehadiran BMM sebagai lembaga amil zakat (LAZ) yang sudah menerapkan Sertifikasi ISO 9001:2008, sebuah standard internasional dalam pengelolaan dana masyarakat merupakan jawaban atas keraguan sebagian pihak yang mempersoalkan efektifitas pengelolaan zakat di Indonesia.