ARTIKEL

Relevansi Zakat dengan 3 Maslahat Dalam Islam

Oleh : Nurul Azizah

Definisi dari zakat adalah mengeluarkan sebagian harta yang telah mencapai nishab untuk mustahik, setalah lewat satu haul (tahun) dan bukan untuk kebutuhan primer. Zakat merupakan ibadah pada harta, yakni mensucikan harta. Semua yang termasuk dalam 5 pilar dalam Islam wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Sejarah mencatat ketika Rasulullah Saw. wafat, pemurtadan kaum Quraisy meningkat. Lalu muncullah golongan yang membedakan antara shalat dan zakat. Maka Abu Bakar As. Memerangi orang-orang yang membedakan antara shalat dan zakat.

Islam mempunyai 5 penjagaan terhadap umatnya, yaitu menjaga agama (hifzu din), menjaga jiwa (hifzu nafs), menjaga keturunan (hifzu nasab), menjaga harta (hifzu maal) dan menjaga akal (hifzu ‘aql). Zakat mempunyai relevansi dengan 3 penjagaan yang telah disebutkan.

  1. Menjaga Agama (hifzu din)

Membayar zakat artinya kita telah melaksanakan kewajiban sebagai hamba-Nya. Melaksanakan kewajiban terhadap Allah Swt. berarti kita telah menjaga agama. Menjaganya dari kelalaian dalam melaksanakan perintah-Nya, kerusakan, juga menjaga keutuhan syariat Islam. Orang yang tidak membayar zakat artinya ia tidak menjaga agamanya.

Menjaga agama merupakan penjagaan yang paling penting. Maka dari itu syariat Islam memberi hukuman terhadap orang-orang yang murtad. Seseorang yang murtad tidak menjaga agamanya, karena ia tidak lagi beriman kepada Allah Swt., tidak melaksanakan perintah-Nya serta larangan-Nya.

Dengan berzakat artinya kita telah beriman dan bertakwa kepada Allah, karena definisi dari takwa yaitu mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jika rukun Islam saja tidak bisa kita penuhi, apalagi untuk mengerjakan amalan-amalan sunah. Menjaga agama dimulai dari yang wajib, baru setelah itu membiasakan mengerjakan yang sunah. Maka tak heran jika khalifah Abu Bakar As. Memerangi orang-orang yang tidak membayar zakat, karena mereka termasuk orang-orang yang merusak agamanya.

  1. Menjaga Harta (hifzu maal)

Islam memerintahkan hambanya untuk menjaga hartanya, karena harta sebagai penopang hidup dan kesejahteraan. Maka dikeluarkanlah perintah untuk berzakat dan shadaqah sehingga hartanya terjaga untuk orang-orang yang berhak menerimanya. Telah ditetapkan oleh Islam bahwa sebagian harta kita terdapat hak para mustahik, sehingga dengan berzakat kita telah menjaga hak dan harta yang menjadi hak mereka.

Islam juga mengharamkan segala bentuk pencurian, yakni mengambil harta yang bukan miliknya. Maka disyariatkan hukuman terhadap orang yang melakukan pencurian, sehingga harta seluruh umat terjaga dan aman.

Zakat juga menghindarkan dari perbuatan tabdzir (pemborosan). Orang yang sering menghamburkan uangnya bukan untuk di jalan Allah Swt. merupakan orang yang tidak menjaga hartanya. Allah Swt. sangat membenci orang-orang yang menghamburkan harta untuk kepentingan dunia atau sekedar memuaskan hawa nafsunya. Jika kita memanfaatkan harta untuk melaksanakan perintah Allah Swt., maka akan diberikan ganjaran yang berlipat ganda.

  1. Menjaga Jiwa (hifzu nafs)

Zakat memberikan ketenangan jiwa bagi para muzaki, diantaranya melalui doa-doa yang dilantunkan oleh para mustahik. Banyak yang mempunyai harta melimpah, tetapi sering mengalami stress dan mudah putus asa jika dilanda sebuah musibah. Maka tak heran jika mendengar berita seorang pengusaha kaya raya bunuh diri akibat perusahaannya jatuh bangkrut. Mungkin karena orang tersebut kurang asupan spiritual, akibatnya mudah stress dan jiwanya terganggu.

Bila kita perhatikan para sahabat Rasulullah Saw., mereka rajin berzakat dan bersedekah dan tidak pernah kita temukan sebuah riwayat yang menceritakan jika mereka mengalami stress, tetapi justru memiliki jiwa yang senantiasa tenang. Menjaga jiwa merupakan hal yang sangat penting, Allah Swt. mensyariatkan ibadah-ibadah untuk memberikan ketenangan jiwa pada hamba-Nya.

Selain itu, zakat menghindari dari sifat kikir, karena merupakan salah satu penyakit hati. Juga menghindari timbulnya sifat dengki dari golongan mustahik, sehingga tidak ada kesenjangan sosial pada lapisan masyarakat. Orang yang mempunyai sifat kikir dan dengki akan selalu melihat kehidupan hanya dalam sudut pandang negatif.

Mari ulurkan tangan kita untuk berzakat dan bersedekah. Jika kita melaksanakan shalat, tetapi tidak berzakat, maka belum lengkap kita menjaga apa yang Islam perintahkan untuk menjaganya.

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Sebelumnya :