ARTIKEL

Memilih Hewan Kurban yang Baik

Oleh : Nurul Azizah

Idul Adha tidak terasa hanya tinggal menghitung hari dan sebagian umat Islam di belahan bumi mana pun telah mempersiapkan hewan kurban untuk disembelih di hari raya. Inilah indahnya agama Islam, pada hari raya tak hanya orang kaya yang bisa memakan daging sembelihannya, Islam menganjurkan umatnya agar membagikannya kepada sanak saudara dan fakir miskin lainnya. Bahkan Islam menganjurkan agar pemimpin umat menyembelih hewan kurban untuk umatnya, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Awal waktu menyembelih hewan kurban jika telah terbit matahari pada hari raya Idul Adha dan setelah dilaksanakannya shalat dua rakaat dan dua khutbah singkat. Seperti yang dijelaskan pada hadis Rasulullah SAW:

Dari Al-Bara RA berkata: Nabi Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Bahwasannya kita memulai hari kita (Idul Adha) ini dengan melaksanakan shalat kemudian pulang, lalu menyembelih dan bagi yang melaksanakannya maka telah mengikuti sunah kami. Dan barang siapa yang menyembelih sebelumnya, bahwasannya itu adalah hanya daging yang diberikan kepada keluarganya, bukan termasuk ibadah sama sekali.” (HR. Bukhari, Shahih Bukhari: 5225).

Hewan kurban yang disembelih merupakan ibadah kepada Allah SWT dan pastinya kita memilihnya yang terbaik untuk dipersembahkan oleh-Nya. Tujuan dari kurban adalah agar daging hewan kurban dibagikan kepada sanak saudara dan fakir miskin. Supaya maksud dari ibadah kurban tercapai, hendaknya memilih hewan kurban yang banyak dagingnya dan berkualitas baik. Adapun kriteria hewan yang tidak diperbolehkan untuk dijadikan kurban oleh Islam:

  1. Tidak boleh berkurban dengan yang pincang

Berkurban dengan hewan yang pincang tidak diperbolehkan dalam Islam. Seperti hilang salah satu tangan maupun kaki ataupun keduanya. Jika salah satu tangan atau kakinya cacat terkena pisau sebelum kurban, maka dihitung cacat menurut mazhab Syafi’i, karena ia cacat sebelum disembelih.

  1. Tidak boleh berkurban dengan yang buta sebelah matanya

Berkurban dengan hewan yang buta sebelah matanya tidak diperbolehkan dalam Islam. Seperti buta disebabkan sebagian besar matanya ditutupi oleh warna putih, tetapi jika hanya sedikit yang tertutupi, maka boleh dijadikan hewan kurban. Apabila mata hewan juling, tetap diperbolehkan untuk jadi hewan kurban. Jika hewan yang buta sebelah tidak diperbolehkan apalagi yang buta kedua matanya.

  1. Tidak boleh berkurban dengan hewan yang sakit

Berkurban dengan hewan yang sakit tidak diperbolehkan dalam Islam. Ada dua macam penyakit, yang pertama penyakit yang mempengaruhi kualitas daging hewan seperti kudis, bisul, luka bernanah. Hukumnya tidak diperbolehkan untuk dikurbankan. Kedua penyakit yang tidak mempengaruhi kualitas daging, seperti sakit disebabkan cuaca sangat panas atau dingin. Hukumnya jika banyak pengaruhnya maka tidak diperbolehkan, tetapi jika hanya sedikit ada dua pendapat:

  • menurut mazhab Syafi’i qadim tidak dibolehkan
  • menurut mazhab Syafi’i jadid dibolehkan.

 

  1. Tidak boleh berkurban dengan hewan yang kurus

Hewan yang kurus kering tidak diperbolehkan dalam Islam untuk djadikan hewan kurban. Seperti hewan yang kurus kering sampai hilang dagingnya.

  1. Tidak boleh berkurban dengan yang cacat

Hewan yang cacat seperti terpotong sebagian dari kupingnya; terpotong ekornya sama halnya yang terlahir tanpa ekor tidak diperbolehkan; terpotong duburnya, tetapi yang terlahir tanpa dubur diperbolehkan. Semua yang disebutkan tadi tidak dibolehkan untuk dijadikan hewan kurban, karena berpengaruh dengan dagingnya. Jika yang cacat adalah tanduknya, seperti terpotong atau terlahir tanpa tanduk dibolehkan, karena tidak berpengaruh bagi daging hewan.

Mari bersama-sama memilih hewan kurban yang baik agar maksud dari ibadah kurban tercapai dan diterima oleh Allah SWT. Islam sangat menganjurkan agar memilih hewan kurban yang banyak dan baik dagingnya. Orang yang berkurban dengan yang buruk sama halnya seperti bersedekah dengan yang buruk . Padahal Allah sangat mencintai orang yang bersedekah dengan apa yang ia cintai. (NA)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Sebelumnya :