SOSOK INSPIRATIF


Sepri, Sang Ekonom yang Jago Memasak

04/14/2016

Sepri sedang menjadi pembicara di pelatihan kepemimpinan Islam
Sepri sedang menjadi pembicara di pelatihan kepemimpinan Islam

Sederhana dan rendah hati, itulah yang terlintas ketika melihat sosok Sepri pertama kali. Mahasiswa Universitas Trilogi ini penerima beasiswa Baitulmaal Muamalat dalam program B-Smart. Sepri merupakan mahasiswa beprestasi dan terdaftar dalam program B-Smart dari setahun yang lalu.

Sepri dikenal sebagai mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi, tak ayal jika ia terpilih menjadi ketua di berbagai kegiatan. Di Lembaga Dakwah Kampus, ia terpilih menjadi ketua majlis syura. Ia  juga menjadi ketua komisariat pada organisasi KAMMI. Kepribadian yang bertanggung jawab inilah yang membuatnya menjadi sosok inspiratif Baitulmaal Muamalat kali ini.

Berbagai prestasi berhasil diraih oleh mahasiswa fakultas ekonomi ini. Dalam bidang olahraga, Sepri berhasil menduduki juara 2 dalam pertandingan bulu tangkis tingkat daerah. Pada lomba essay bertema “Bisnis Plan” yang diadakan oleh Universitas Indonesia, ia berhasil menjadi juara satu harapan. Selain aktif mengikuti berbagai perlombaan, pemuda berumur 21 tahun ini menjadi pembicara dalam acara Pelatihan Kepemimpinan Islam di daerah puncak, Bogor. Peserta pelatihannya merupakan mahasiswa/mahasiswi Universitas Al-Azhar Indonesia.

Mahasiswa semester 6 ini mengaku bahwa semenjak lulus sekolah dasar, ia membiayai sekolahnya melalui jalur beasiswa. Selain dari beasiswa, Sepri juga berbisnis dalam bidang kuliner. Setelah ditelusuri, ternyata Sepri lulusan SMK jurusan Tata Boga. Semenjak duduk di bangku SMK, Sepri menjadi supplier restaurant yang ada di Jakarta. Sepri mempunyai kepribadian yang tekun, ia tak mudah berputus asa. Sepri tetap semangat mengajukan proposal ke berbagai restaurant, sampai ia berhasil menjadi supplier di restaurant D’Cost. Sepri mengaku bahwa ia ingin mengembangkan usahanya supaya lebih maju lagi. Di samping itu, semua aktivitas di luar kampus sama sekali tidak mengganggu konsentrasi belajarnya. “Belajar secara teratur dan menjadikannya sebagai prioritas,” ujar Sepri.

Sepri merupakan sosok pemuda yang perlu diteladani, keterbatasan ekonominya bukanlah menjadi penghalang baginya. Dia mengambil manfaat dari keahliannya dalam memasak dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Namun, di samping mencari beasiswa dan berbisnis, Sepri membuktikan bahwa ia unggul dalam bidang akademis. Seperti kata bijak yang terkenal pada bangsa Arab, “Man jadda wajada” , barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkan hasilnya. (NA)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Sebelumnya :