SOSOK INSPIRATIF


Menjadi Sang Juara

03/17/2016

Muhammad Ajri bersama juri dan tutor
Muhammad Ajri bersama juri dan tutor

Muhammad Ajri Karim Bin Abdullah, program Ytm 005 1072.

Muhammad Ajri Karim, anak yatim dari seorang buruh tani yang berprestasi. Ia salah satu anak binaan Orphan Kafala yang merupakan korban konflik yang melanda Aceh. Ajri pun berhasil menyabet juara 2 dalam lomba debat bahasa Inggris tingkat pesantren. Tidak sampai disitu, ia pun berhasil mengikuti lomba sekota Lhoksuemawe. Usahanya untuk belajar di tengah konflik Aceh yang melanda pada tahun 2003 tidak membuatnya putus asa dalam meraih keberhasilan.

Kondisi Sebelum Yatim

Almarhum Abdullah, ayah kandung dari Muhammad Ajri Karim merupakan sosok yang rajin dan ulet. Walaupun pekerjaannya tidak tetap apalagi berdomisili di kota besar Banda Aceh, namun ia tidak pernah berputus asa dalam bekerja untuk membiayai keperluan sehari-hari. Semuanya demi anak semata wayangnya yang lahir pada tanggal 5 Oktober 1997 di Desa Rangkileh, Aceh Utara.

Selama tiga tahun ia mengumpulkan uang untuk membeli sebidang tanah sehingga keluarganya bisa pindah dari rumah sewa. Pada tahun 2001, Abdullah sanggup membeli rumah dan tanah di kawasan kampung jawa Kota Banda Aceh yang berbatasan langsung dengan desa Lam Pulo. Setelah itu ekonomi keluarganya pun berjalan normal dan stabil, hingga akhirnya Abdullah sakit berkepanjangan sampai dengan tahun 2003. Ia menghembuskan nafas terakhir di Banda Aceh.

Kondisi Setelah Yatim

Nur Aini, ibu dari Ajri terpaksa menjadi buruh tani setelah kematian suaminya. Ia menjadi buruh tani di Desa kelahirannya, Desa Barat Paya Itek. Dengan kondisi ekonomi yang berubah total, wanita Aceh ini harus membesarkan Ajri yang ketika itu masih sangat belia. Tahun 2003 merupakan masa paling kritis di Aceh dimana di setiap kawasan sering terjadi baku tembak yang menyebabkan kondisi konflik yang berkepanjangan. Sumber mata pencarian pun ikut terganggu dan diberlakukan jam malam.

Dengan berat hati, Aini terpaksa berangkat ke Malaysia demi menghidupi keluarganya. Ia meninggalkan Ajri yang baru saja masuk bangku sekolah dasar. Setiap bulan, Aini mengirimkan uang kepada Ajri untuk biaya sekolah dan sehari-hari. Namun dengan keadaan yang serba sulit, Ajri tidak pernah mengeluh apalagi menangisi kondisinya. Meski tidak didampingi oleh kedua orang tuanya, ia tetap giat belajar.

Pendidikan

Ajri merupakan siswa berprestasi di SD Negeri 8 Meurah Mulia. Ia pun termasuk anak yang aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolahnya. Setelah menamatkan SD dikampungnya, Ajri melanjutkan sekolah ke SMP negeri 8 Lhokseumawe dan tinggal di dayah Darul Mua’rif Batuphat Timur. Disinilah kecakapannya dalam berbahasa Inggris mulai nampak. Pada bulan Ramadhan tahun lalu, Ajri berhasil menyabet juara dua lomba debat bahasa Inggris tingkat pesantren, padahal ia baru beberapa bulan bersekolah di dayah tersebut.

Dengan semangat yang gigih, Ajri berhasil mengharumkan nama desanya dan sang ibu sangat bangga atas prestasi anaknya. Pada tanggal 23 februari 2016, juga dilakukan perlombaan debat bahasa Inggris yang berlangsung di kampus STAIN Malikussaleh, Lhokseumawe. Usahanya sudah maksimal namun karena ini pengalaman pertama dalam event besar, Ajri belum memperoleh juara. Ia berjanji akan berusaha mendapatkan juara pada perlombaan selanjutnya. Sang ibu pun yakin bahwa anaknya bisa menjadi juara satu melihat kegigihan Ajri selama ini.

 

Keluarga besar Ajri sangat berterima kasih kepada program Orphan Kafala  khususnya untuk kebutuhan biaya pendidikan di pesantren yang cukup tinggi. Aini harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 500.000,- untuk biaya konsumsi dan Rp. 300.000,- untuk biaya keperluan administrasi disekolah dan uang jajan tiap bulan. Dengan beasiswa yang diterima selama ini, sungguh sangat membantu keluarga ini.

 

Sekarang Ajri duduk di kelas 1 IPA 4 MAS Syamsu Dhuha, kecamatan Dewantara. Ajri bisa tumbuh berkembang menjadi seorang anak yang berprestasi merupakan suatu keberkahan yang luar biasa bagi ibunya. Walaupun Aini tidak sepenuhnya mendampinginya, Ajri bisa hidup mandiri. Semoga Ajri bisa selalu menjadi juara dalam bidang pendidikannya serta taat kepada agama dan orang tuanya. (NA)

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Sebelumnya :