SOSOK INSPIRATIF


Hanan, Bangga Menjadi Muslimah Berhijab

05/04/2016

hanan

Seorang manusia tidak bisa menentukan kapan hidayah akan datang, tetapi hanya Allah yang memiliki kuasa atas itu. Oleh karena itu, hendaknya manusia berdoa agar selalu berada di jalan-Nya, agar keimanan terjaga. Inilah yang dialami oleh salah satu peserta beasiswa B-Smart Baitulmaal Muamalat yang menjadi sosok inspirasi saat ini.

Hanan Badruddin Ibrahim, sosok gadis berasal dari Negara Filipina. Ia merantau ke Indonesia untuk mendalami agama Islam. Sejak ia berumur 8 tahun, ayahnya mengajarkan kewajiban dan larangan dalam Islam. Namun, setelah ia fokus pada studinya, ia melupakan kewajibannya sebagai muslimah.

Gadis berumur 20 tahun ini mengaku sering melakukan hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, karena faktor lingkungan sekolahnya yang mayoritas non muslim. Hanan kerap kali mengikuti kebiasaan agama lain dan tidak mengenakan hijab.

Nasehat itu datang melalui kakak kandungnya bernama Imtenan yang ketika itu lebih dahulu pergi ke Indonesia. Ia terkejut melihat poto-poto adiknya yang tidak berpakaian sebagaimana seorang muslimah. Imtenan menghubungi adiknya dan berkata, “Ketika mati kamu akan ditanya banyak pertanyaan, lalu apa jawabanmu? Jika kamu melakukan apa yang diharamkan oleh Allah dan tidak pernah taat kepada-Nya,” nasehat kakaknya. Semenjak itu kata-kata tersebut menggerakkan hatinya dan Hanan memutuskan untuk mempelajari Islam lebih dalam.

Hanan meminta izin kepada orang tuanya untuk belajar Islam di Indonesia seperti kakaknya dan mereka sangat mendukungnya. Ketika sampai di Indonesia yang paling menarik perhatiannya adalah kebanyakan perempuan memakai hijab, tidak seperti di Filipina yang sangat minim wanita berhijab. Hanan mulai belajar Islam dan bahasa Arab. Ia pun sekarang sudah masuk semester 4 di Universitas Tazkia, Bogor.

Namun ketika Hanan pulang ke Filipina untuk berlibur dan bertemu teman-temannya, ia mendapat tanggapan yang tidak baik. Mereka menyuruhnya untuk melepaskan jilbab dan berkata bahwa ia di Filipina bukan di Indonesia. Hanan menjelaskan kepada mereka bahwa Allah ada dimana-mana, bukan di Indonesia saja. Mereka bertanya, “Kamu tidak panas mengenakan jilbab?”, Hanan menjawab, “Ada yang lebih panas dari ini, yaitu neraka.” Lalu Hanan berdakwah kepada teman-temannya mengenai Islam, namun mereka tidak terpengaruh sama sekali. Sampai bibinya pun menentangnya mengenakan jilbab, namun Hanan selalu berdoa agar mereka diberikan hidayah.

Hanan sangat berterima kasih kepada Baitulmaal Muamalat atas bantuannya selama ini. Salah satu fungsi zakat adalah membantu orang-orang yang ingin berhijrah ke jalan Allah. Mereka meninggalkan keluarga, harta dan jabatan, tentu saja mengalami berbagai kesulitan. Mari menebar zakat agar Islam menjadi kuat. (NA)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Sebelumnya :