DARI KITA


Sosialisasi dan Diskusi dengan Kemenag di Kantor BMM

03/21/2016

Presentasi dari Kemenag mengenai lembaga amil zakat
Presentasi dari Kemenag mengenai lembaga amil zakat

Senyuman hangat serta suasana keakraban memenuhi ruangan kantor BMM ketika Kementrian Agama mengunjungi kantor Baitulmaal Muamalat (BMM). Kunjungan Kemenag kali ini bertujuan untuk verifikasi faktual sekaligus sosialisasi dan berdiskusi bersama para staff BMM. BMM akan diverifikasi oleh Kemenag untuk dijadikan LAZNAS (Lembaga Zakat Nasional).

Acara dimulai dengan sambutan dari Direktur Eksekutif  BMM, Bambang Kusnadi mengenai pengenalan BMM kepada Kemenag. Dilanjuti dengan presentasi dari Juraidi Malkan (Kasubdit Pemberdayaan Lembaga Zakat) mengenai dunia perzakatan di Indonesia dan Lembaga Amil Zakat.

“Potensi zakat di Indonesia sudah mencapai 517 triliun, ini sangat luar biasa sekali . Akan tetapi yang tercatat oleh BAZNAS hanya 2,7 triliun saja,” ungkap Juraidi mengawali presentasinya. Lalu ia menjelaskan faktor penyebab kurangnya zakat yang masuk melalui LAZ, yaitu kurangnya sosialisasi pemerintah dan lembaga zakat kepada masyarakat mengenai pemahaman zakat, lalu kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat, sehingga melakukan penyaluran zakat secara langsung.

Adapun isu-isu kontemporer mengenai zakat, masih ada pandangan bahwa zakat merupakan sukarela atau belas kasihan si kaya kepada fakir miskin. Padahal zakat merupakan hak para asnaf dari para muzaki. Penyaluran zakat secara langsung (direct zakat) kepada mustahik masih banyak dilakukan oleh masyarakat, sehingga kurang sesuai dengan ruh syar’i. Jika memberikan zakat secara langsung bisa menimbulkan rasa hutang budi dari mustahik kepada muzaki.

Maka dari itu peran Lembaga Amil Zakat sangatlah penting, supaya zakat diberikan kepada mustahik tanpa merasa ada beban sosial kepada muzaki. Juga agar zakat dibagikan secara adil kepada 8 asnaf. Dakwah zakat kepada masyarakat perlu ditingkatkan kembali, ini yang menjadi catatan penting bagi para lembaga zakat. Setelah itu Juraidi menjelaskan mengenai syarat-syarat menjadi LAZNAS, lalu acara diakhiri dengan tanya jawab dengan para staff BMM. (NA)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Sebelumnya :